Thursday, 18 May 2023

Nabi Adam

 



Nabi Adam yang pertama mengelola bumi


 

“Dimanakah ini ?”, Adam bertanya dalam hati, terasa dingin, gelap dan tidak nyaman. Sepi seperti tidak ada kehidupan. Tidak seperti biasanya, di sorga yang nyaman, sejuk, bergelimpang berbagai jenis makanan yang lezat dan dapat dinikmati sepuasnya di setiap waktu. Tempat yang Adam dan istrinya, Hawa, tempati. Tapi kenikmatan itu kini sirna, hilang.

Adam kini merenung, terpekur, bersedih. Teringat kesalahan yang telah dia lakukan karena mengikuti bujuk rayu iblis, dengan melanggar larangan Alloh SWT, memakan buah terlarang.

Adam kembali menundukkan kepala, air matanya menetes tak tertahankan. “Ya Alloh, hamba sungguh menyesal dengan apa yang hamba lakukan, ampunilah hamba ya Alloh” gumam Adam dalam hatinya.

Adam menyadari, Alloh SWT sangat kecewa dengan dirinya. Ia adalah manusia pertama yg dibanggakan dihadapan para Malaikat dan iblis, yang disebut sebagai makhluk yang paling baik, yang paling pantas mengelola bumi. Namun karena kesalahannya, kini Adam diturunkan ke muka bumi dengan keadaan yang tidak nyaman.

Adam lupa, karena tergelincir godaan iblis, untuk menjauhi pohon terlarang. Dan karenanya, Alloh SWT mengeluarkan Adam dan Hawa dari surga dan menurunkannya ke bumi. Adam dan Hawa diturunkan di tempat yang berbeda, Hawa diturunkan di Jeddah dan Adam diturunkan di puncak gunung Baudza, yang terletak di wilayah Dahna, India. Konon gunung itu dikenal sebagai gunung Adam. Telapak kaki Adam yang berukuran 1,8 m, ada jejaknya disana. Ukuran kaki yang sangat besar karena Adam adalah manusia pertama yang tingginya sekitar 30 meter.

Di puncak gunung itu, Adam terus menyesali kesalahan yang telah diperbuatnya, dengan penyesalan yang mendalam. Adam sangat malu dan bersedih hati, dan memohon ampunan kepada Alloh SWT dengan terus memanjatkan doa

 ” Robbanaa Dzolamnaa anfusanaa wainlam taghfirlanaa watarhamnaa lanakuunannaa minal khoosyirin ” 

( “ Wahai Tuhan kami, kami telah mencelakakan diri kami sendiri, jika Engkau tidak mengampuni kami, pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi. – QS. Al A’rof: 7-23 - )

Tanpa merasa lelah dan bosan, Adam terus berdoa memohon kasih sayang dan belas kasihan Alloh SWT. Atas kesungguhan taubatnya, maka Alloh SWT memberikan kasih sayangnya dengan mengampuni Adam, kemudian Alloh SWT memerintah malaikat untuk membimbing Adam mencari istrinya, Hawa.

Adam yang tubuhnya tinggi besar, cukup hanya dengan berjalan kaki menyusuri perjalanan dari India ke Makkah. Saat itu belum ada makhluk lain selain Adam dan Hawa. Adam dan Hawa saling mencari selama 40 hari. Hingga akhirnya mereka bertemu di Makkah, di bukit Jabal Rahmah, bukit kasih sayang karena tempat bertemunya Adam dan Hawa, yang kemudian hidup dengan berkasih sayang.

Jabal Rahmah letaknya di sebelah timur kota Makkah,  diatas bukitnya terdapat tugu sebagai tanda tempat pertemuan Adam dan Hawa. Adam dan Hawa membangun keluarga dan menjalan peran sebagai khalifah di muka bumi, yaitu mengelola bumi dengan baik  berdasarkan ilmu yang Alloh SWT berikan,

Semua hal yang dilakukan Adam dan Hawa di muka bumi, membuktikan bahwa manusia adalah makhluk yang paling pantas mengelola bumi dengan ilmu pengetahuan yang luas serta kreatifitas yang dimilikinya. Seperti yang ditunjukan oleh Qabil, putra Adam, sebagai petani ulung, menyulap bumi yang gersang menjadi subur, begitu juga Habil, adiknya Qabil, yang ahli dalam bertenak.

 

 

*Disadur dari berbagai sumber, dan diceritakan kembali dengan gaya bahasa bebas

0 comments:

Post a Comment